Kerendahan Hati
November 1, 2009 at 12:30 pm | In My Post | Leave a CommentSering sekali saya menjumpai trader yang menyabotase dirinya dengan usaha-usaha yang dilakukan karena mereka dikuasai “sindrom rendah diri”. Jauh di dalam diri mereka, mereka merasa tak berarti, lemah dan tidak yakin akan tujuan hidupnya. Bagi mereka, trading hanyalah sebuah cara untuk membuktikan bahwa mereka memiliki personal worth. Mereka merasa semakin banyak uang yang dimiliki, semakin berharga pula dirinya. Tapi trading tidak berjalan seperti itu. Trader yang mencari kemenangan dan kekayaan kebanyakan akan gagal. Dan trader yang rendah hati akan menang pada akhirnya.
It’s Just Money
October 17, 2009 at 8:33 pm | In My Post | Leave a CommentSemakin dingin dan logis kepala anda ketika trading, semakin anda bisa untuk bertindak dengan tepat ketika berada di bawah tekanan untuk profit. Jangan terlalu emosional karena chart yang naik dan turun dengan cepatnya. Apa yang anda pertaruhkan hanyalah uang, bukan diri anda seutuhnya. Penting sekali untuk melihat trading hanyalah sebuah bisnis yang melibatkan uang, bukan diri anda secara keseluruhan. Tapi sudut pandang ini akan sulit untuk digunakan ketika anda sedang terlarut dalam emosi. Sekali lagi, jangan melibatkan emosi. Trading hanyalah sebuah kegiatan untuk mencari keuntungan, tidak lebih dari itu.
Ketidakpastian dan Trading Plan
September 13, 2009 at 10:46 am | In My Post | 3 CommentsAkan sulit bagi anda untuk trading jika tidak bisa menerima risiko dan ketidakpastian. Anda tidak akan selalu benar dan tidak akan selalu profit. Hal itu adalah fakta dan tidak bisa dibantah. Jangan buat diri anda kehilangan harapan ketika trading yang anda lakukan tidak mencapai apa yang diharapkan. Ada waktunya anda harus menerima apapun hasilnya daripada merenungi kegagalan. Winning trader menerima ketidakpastian, risiko dan kemungkinan untuk loss. Tapi dengan mau untuk menerima hal-hal tersebut, mereka menemukan cara untuk meraih profit.
Loss, Mau?
August 30, 2009 at 12:19 am | In My Post | 2 Comments
Bulan lalu saya mengikuti kontes forex gratis di salah satu broker. Dari awal hingga menjelang akhir perlombaan, ternyata keberuntungan menyertai hampir setiap trade yang saya lakukan. Hingga menjelang 2-3 hari lagi perlombaan selesai, balance di akun saya sudah mencapai $15.000. Dengan jumlah balance $15.000 saya menempati posisi 4 besar. Sedangkan di posisi pertama dengan hadiah sebesar $1000 sudah mencapai account balance $25.000. Singkat cerita, menjelang 2 hari kontes berakhir saya menghadapi dua pilihan yang cukup sulit: apakah saya akan terus mengadu keberuntungan dengan terus mencoba trade (tentunya dengan jumlah lot/volume yang besar) demi mencapai peringkat yang lebih baik atau justru menunggu saja (tidak melakukan trade) dan berharap posisi 4 besar yang sudah saya capai minimal tidak bergeser turun? Dan akhirnya saya pilih opsi yang kedua.
Get Up!
August 9, 2009 at 9:06 pm | In My Post | Leave a CommentPernahkah anda merasa putus asa dalam trading? Kekalahan demi kekalahan menjadi menu utama dalam trading anda. Apapun yang anda lakukan menjadi salah pada akhirnya. Dalam kondisi seperti itu wajar sekali untuk merasa down dan putus asa. Tidak usah malu-malu untuk mengakuinya. Saya rasa hampir setiap trader pernah mengalami masa-masa seperti itu. Bahkan ada yang berpendapat, jika seorang trader tidak pernah mengalami pahitnya keterpurukan berarti dia bukanlah seorang trader sejati.
Greed: Rintangan atau Motivator?
July 12, 2009 at 12:16 am | In My Post | 2 CommentsSeorang trader amatiran berpikir dirinya bisa mendapat banyak uang dengan cepat dengan berinvestasi pada sebuah kepastian. Sifat serakah mendorongnya untuk masuk ke dalam pasar, dan biasanya pada waktu yang tidak tepat, kemudian ketakutan menghantuinya ketika ia sadar semuanya berjalan salah. Manusia cenderung untuk menghindari risiko, dan ketika kemungkinan rugi tampak di depan mata, ketakutan mengambil alih, dan berakhir dengan hilangnya uang yang diinvestasikan. Jika anda adalah seorang profesional trader, penting sekali bagi anda untuk menyadari bahwa diri anda bukan termasuk golongan yang saya sebut di atas.
Self-Control
June 27, 2009 at 9:27 pm | In My Post | Leave a CommentWinning trader memiliki self-control. Self-control (pengendalian diri) memiliki definisi yang sangat beragam. Dalam trading, self-control berarti pengendalian diri atau pengendalian emosi. Kata “disiplin” sering digunakan untuk menjelaskan seorang trader yang mampu mengontrol dorongan hatinya untuk meninggalkan batasan risiko atau menyerahkan tradingnya berdasarkan fear dan greed yang ada. Bagi seorang trader, self-control adalah sebuah skill yang terus menerus membutuhkan praktik, kerja keras dan determinasi.
What A Sentimental..
June 14, 2009 at 12:52 pm | In My Post | 3 CommentsTidak terasa sudah setahun lebih saya menulis dalam blog ini. Saya suka menulis, karena ternyata banyak yang membaca dan bahkan merasa terbantu setelah membaca tulisan-tulisan saya. Pada awalnya tujuan saya menulis hanyalah sebagai bentuk aktualisasi diri, dimana saya membaca, merasakan dan memperoleh pemahaman kemudian saya tuliskan kembali. Tapi setelah berlangsung sekian lama, saya mulai menikmatinya, terlebih banyak tanggapan positif yang membuat saya terus termotivasi untuk menulis.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.