Serakah

May 10, 2008 at 6:19 am | Posted in My Post | Leave a comment

Sering sekali trader menyalahkan keserakahan sebagai penyebab kerugian atau yang lebih ekstrim menyebabkan margin call. Karena serakah, saya tidak mengclose posisi yang tadi sudah di profit area, sekarang jangankan profit justru pasar berbalik arah dan sekarang posisinya jadi loss. Begitulah kira-kira keluh kesah yang sering saya dengar dari teman-teman sesama trader. Dalam hati saya bertanya-tanya apakah benar keserakahan lah penyebab kerugian? Dan akhirnya saya berani untuk menjawab tidak, keserakahan bukanlah penyebab kerugian. Justru dengan adanya keserakahan diri kita berkemungkinan mendapatkan profit. Ya, jika anda tidak ingin mendapat lebih (serakah), mana mau anda mengambil resiko dan melakukan trading? Saya sendiri melakukan trading karena saya tidak puas dengan kondisi yang ada dan saya berusaha mendapatkan yang lebih dengan melakukan trading forex. Jadi apa salahnya serakah?

Serakah adalah sifat dasar manusia. Serakah adalah ketidakpuasan terhadap kondisi yang ada. Serakahlah yang membuat kehidupan ini dinamis. Jadi terimalah keserakahan sebagai bagian dari diri anda. Tidaklah tepat jika kita menyalahkan, mengeluhkan atau menyesali keserakahan kita. Justru sebaliknya, kita harus bersyukur karena bersifat serakah.

Kembali ke permasalahan awal kita, jadi apakah penyebab kerugian seperti yang sering dikeluhkan itu? Saya punya dua jawaban atas pertanyaan itu. Yang pertama adalah tidak adanya planning yang jelas. Ketika seorang trader memutuskan untuk melakukan entry/order ke pasar, dia harus punya rencana (plan) yang jelas. Berapa risiko yang siap ditanggung, berapa profit yang dituju, sampai titik harga berapa posisi tersebut akan terus dibuka (floating), berapa lama posisi tersebut akan dibiarkan floating, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang harus sudah ada jawabannya sebelum eksekusi entry dilakukan. Dengan adanya kejelasan (planning), seorang trader akan mempunyai pegangan di tengah market yang selalu penuh dengan ketidakpastian ini. Jawaban yang kedua adalah disiplin. Meskipun planning sudah dibuat dengan sejelas-jelasnya tapi tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak konsisten dalam aplikasinya. Market itu gila, penuh dengan ketidakpastian, dan kebanyakan trader sering terhanyut dalam ketidakpastian tersebut.
So, masihkah kita perlu menyalahkan keserakahan?

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: