Trauma

June 7, 2008 at 4:16 pm | Posted in My Post | 2 Comments

Suatu hari pernah saya chatting dengan seorang trader di yahoo messenger saya. Sebut saja trader itu namanya Jon. Jon berkeluh kesah kepada saya tentang 2 tahun karir tradingnya. Dia berkata “sekarang saya lagi bangkrut habis-habisan. Saya kapok untuk trading dan kehilangan uang $10000 lagi. Sudah 4 kali saya deposit masing-masing $10000 dan semuanya habis. Itu belum termasuk deposit yang kecil-kecil tapi berkali-kali. Semuanya habis ludes di trading. Sekarang saya ga sanggup lagi untuk lanjut di trading. Mungkin nanti kalau saya sudah punya sebuah sistem yang sempurna, yang mungkin memang sulit untuk ditemukan, saya mungkin akan mulai trading lagi.”

Well Jon terimakasih sudah sharing pengalaman dan terbuka tentang trading anda kepada saya. Dan sekedar informasi, sering sekali saya menerima keluhan-keluhan seperti itu. Dengan jumlah uang yang berbeda-beda tentunya. Menurut saya semua itu wajar. Rugi besar dan berkali-kali sehingga jadi kapok. Dan memang begitulah trading. Trading itu seperti hidup. Kita bisa menjadi trauma dan sulit untuk bangkit kembali. Misalnya saja putus cinta. Jika seseorang yang sudah mengalami kekecewaan dalam asmara berkali-kali mungkin bisa saja orang tersebut jadi kapok untuk pacaran lagi. Kekecewaaan sangat menyakitkan hati. Kalau kita pernah menyentuh kompor yang sedang menyala dan terbakar karenanya, kita tak akan mau lagi, dengan bodohnya, untuk menyentuh kompor itu lagi. Pikiran manusia akan selalu menghindari risiko dan berusaha melindungi dirinya dari masalah.

Mungkin anda sudah sering membaca tulisan-tulisan yang berusaha memotivasi pembacanya. Bagaimana untuk bangkit dari kegagalan dan berusaha berjuang lagi. Dan di tulisan itu pasti dituliskan, jika anda takut maka yang timbul adalah ragu-ragu. Cara terbaik untuk meminimalisir ketakutan adalah trade dengan uang yang sudah siap untuk anda habiskan (trade with money you can afford to lose), aturlah risiko sehingga ketika terjadi skenario terburuk anda sudah siap dan singkirkan ego anda. Trading adalah trading. Hasil dari trading tidak menggambarkan anda sebagai manusia. Semakin besar ego yang tercampur di trading semakin sulit juga trading tersebut. Ketika ego seiring sejalan dengan uang anda, maka anda akan tercekik olehnya.

Sekali lagi terimakasih untuk Jon yang sudah berbagi pengalamannya. Semoga trader-trader yang lain dapat mengambil hikmah dari kesalahan seperti: Don’t trade with money you cannot afford to lose. Ketika anda kehilangan uang yang sangat banyak, jangan takut untuk mengakui bahwa anda bukanlah orang yang memiliki bakat trading yang baik. Tidak usah malu-malu untuk mengakuinya. Mudah-mudahan dengan mengakuinya anda dapat lebih baik lagi untuk mengatur risiko dan menetapkan tujuan yang lebih realistis.

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. he..he…, memang dunia forex bukan untuk semua orang. dunia forex adalah sangat kejam bagi yang tidak dapat menjinakkannya. Untuk menjadi seorang trader yang berhasil harus mempunyai mental yang kuat. Seorang Trader harus terlebih dahulu menaklukkan diri sendiri sebelum berencana menaklukkan dunia forex. dan yang utama adalah “MESTAKUNG”

  2. makasih atas komennya :-). btw MESTAKUNG itu apa ya bos?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: