Simpel atau Tidak Simpel?

June 9, 2008 at 7:14 am | Posted in My Post | 7 Comments

Sering saya ditanya indikator apa aja yang saya pakai? Saya jawab jujur saja yaitu exponential moving average dan stochastic sejak dari zaman kuda makan besi hehehe..Tapi banyak yang tidak percaya. Bahkan ada beberapa yang bilang kalau saya pelit tidak mau sharing indikator. Kalau sudah begitu saya cuma bisa meringis aje hihihi. Saya pernah liat seorang teman saya sedang menganalisis pasar. Asik sekali teman saya itu mengotak atik chart. Berbagai macam indikator di masukkan kedalam chart dan dijadikan bahan pertimbangan semua. Hampir semua indikator yang disediakan platform dipakai semua, bahkan ada beberapa yang sengaja ditambahkan karena memang tidak ada di platform itu. Terus terang saya melihat chart teman saya itu jadi pusing. Bagaimana ga pusing wong gambar candle nya saja hampir tidak terlihat karena ketutupan indikator.

Beberapa trader memang memiliki semacam hobi atau kesenangan untuk mengotak atik indikator. Proses otak atik indikator ini bisa berlangsung lama. Mereka merasa sangat puas jika proses otak atik, yang tentu saja rumit itu, menghasilkan apa yang sesuai diharapkan. Ada perasaan semacam puas setelah bekerja dengan keras. Tapi jika ternyata proses otak atik itu hasilnya kebalikan dari apa yang diharapkan sudah pasti rasa kecewa yang ditimbulkan juga sangat mendalam. Sudah bekerja keras tapi hasilnya mengecewakan.

Sering juga saya melihat, terutama para newbie, yang masih dalam tahap mencari the most profitable indicator. Mencari indikator yang sempurna, holygrail. Mereka sibuk mencari di forum-forum, milis bahkan ada beberapa yang membeli indikator yang menurut penjualnya, adalah indikator paling profitable di dunia ini. Melihat kejadian seperti ini saya sendiri punya dua pandangan. Yang pertama adalah sisi positif, dengan melakukan pencarian holygrail ini, seorang trader akan memiliki pengetahuan akan indikator secara mendalam. Mereka akan paham bagaimana sebuah moving average terbentuk, apa rumus perhitungan untuk membentuk titik support/resistence, bagaimana menggunakan sebuah bolinger band dan pemahaman-pehaman lain yang tentunya pasti berguna. Manfaat lainnya adalah mendorong kreatifitas trader. Bila pemahaman tentang indikator sudah dikuasai dan ternyata hasil yang diharapkan masih kurang memuaskan, mereka akan menjadi kreatif dengan memodifikasi indikator-indikator tersebut sehingga terbentuk sebuah indikator baru, atau mungkin bisa disebut strategi, yang dirasa paling afdol dengan diri mereka.

Sisi negatif dari melakukan pencarian indikator seperti ini adalah seorang trader bisa jadi mempunyai pemahaman akan trading yang tidak benar. Mereka menjadi gelap mata. Memandang indikator sebagai satu-satunya hal paling penting dalam trading. Jika sebuah indikator tingkat keakuratannya tinggi maka hasilnya pasti profit dan jika kurang akurat maka tidak akan mungkin profit (loss). Pemahaman seperti inilah yang menimbulkan pemikiran adanya holygrail di dunia trading ini. Adanya sebuah indikator yang sempurna. Dan akhirnya setelah sekian lama mencari ternyata si holygrail ini tidak juga ditemukan, maka selanjutnya bisa ditebak yaitu berhenti trading, tentunya setelah menderita kerugian yang cukup besar baik uang maupun waktu. Tapi bukan berarti berhenti trading itu jelek, cuma alangkah sayangnya setelah banyak yang dikorbankan dan memutuskan mundur hanya karena tidak menemukan holygrail.

Kembali lagi ke teman saya tadi, setelah saya melihatnya, saya bertanya kepada diri saya sendiri, kenapa saya tidak bisa menjadi seperti teman saya itu? Kenapa saya begitu simpel dalam menganalisis pasar (walaupun sebenarnya dengan menggunakan EMA dan stochastic itu saya sudah merasa rumit sekali)? Kenapa saya begitu malas menggunakan indikator? Anda pasti sudah tahu jawabannya kan? Yup. Semua itu tergantung dengan karakter masing-masing trader. Ada trader yang bisa begitu seriusnya mengenai analisis dan ada juga trader yang merasa cukup hanya dengan analisis sederhana. Tapi ada kesamaan yang merupakan syarat mutlak menjadi trader yaitu disiplin terhadap risk dan money management. Bagaimana dengan anda? Apakah anda termasuk trader yang bekerja keras dengan mengotak atik indikator? Jika ya jangan sampai anda terlena sehingga lupa dengan risk dan money management. Dan bila anda seorang yang cenderung malas dalam menganalisis pasar, jangan sampai anda menjadi malas menerapkan risk dan money management yang sudah anda rencanakan. Kalau saya sendiri sich malas analisis karena saya fokuskan perhatian saya ke risk dan money management B-)

Advertisements

7 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. bisa nanya nggak bro , gmn settingnya EMA dan Stoch nya , sharing dunk . Trims from newbie Solo

  2. thanks utk commentnya.EMA 4 sama stoch slow 8,3,3. Semuanya di platform MV bos.

  3. make trade simple n profitable … πŸ˜€

  4. Bos apa bisa minta YM nya mau belajar lebih dalam nih biar bisa trade yg benar dan profit tentunya

  5. Disini aja lah bro, lagian ym ku gonta ganti mulu πŸ˜€

  6. buntutttt…..:P
    Sukses deh buat buntut..,gua juga males nie nie ngotak ngatik….,sukanya dance aja ama market..ck ck ck ck..

  7. nguk2


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: