Musuhmu adalah Dirimu Sendiri

June 16, 2008 at 1:36 am | Posted in My Post | Leave a comment

Pernahkah anda mengalami buy salah sell juga salah? Apapun posisi yang anda buat semua berujung dengan kerugian. Loss, loss dan loss. Membuat frustasi dan mungkin marah. Terkadang market sangat bersahabat dengan kita, tapi terkadang juga market seperti menyabotase semua apa yang kita lakukan. Tapi sebenarnya, bukan marketlah yang menyabotase anda, tapi diri anda sendiri. Coba saja anda review dan pikirkan kembali..

Disaaat seorang trader melakukan kesalahan berulang-ulang, mungkin yang timbul adalah perasaan masgul, berpikir bahwa sudah takdir dirinya tidak bisa menjadi sukses. Seakan-akan ada “kekuatan misterius” yang mempengaruhi dirinya sehingga semuanya berjalan dengan tidak benar. Daripada berpikir begitu, coba review lagi semuanya. Apakah tujuan trading tadi realistis? Apakah trading anda sudah anda persiapkan dengan matang? Akuilah semua fakta yang terjadi, tidak perlu mencari pembenaran atas sesuatu yang memang anda ketahui adalah tidak benar.

Terkadang trader menyabotase dirinya dengan cara yang sangat jelas terlihat, seperti tidak trade your plan and plan your trade. Mereka trade seenak udelnya. Ketimbang menentukan terlebih dahulu secara detil dan spesifik trading plannya, trader lebih senang merancang plannya disaat trading sedang berjalan. Dan yang terjadi adalah trader tersebut tidak memiliki aturan untuk menentukan kapan masuk, keluar atau apa yang harus dilakukan ketika market bergerak tidak sesuai harapan. Tanpa panduan yang jelas (setidaknya secara garis besar) hanya akan menimbulkan kondisi panik disaat genting dan tindakan-tindakan yang impulsif (mencari keuntungan jangka pendek dengan berjudi di market). Mungkin anda sering mendengar perkataan trader-trader newbie “entah kenapa saya tidak bisa mengikuti plan dengan disiplin”. Pertanyaan seperti ini sebenarnya muncul karena trader tersebut sesungguhnya belum merencanakan tradingnya dengan sangat jelas, mendetil dan spesifik. Trading plan yang baik berisi panduan berupa tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam kondisi tertentu secara jelas, detil dan spesifik. Pertanyaan-pertanyaan seperti kapan harus entry/exit, berapa lama sebuah posisi tetap dibiarkan floating dan pertanyaan lainnya seharusnya sudah ada jawabannya. Semakin jelas, detil dan spesifiknya sebuah trading plan akan mempermudah trading plan tersebut untuk di ikuti. Trading plan yang baik tersebutlah yang menjadi senjata ampuh seorang trader dalam menghadapi sabotase yang dilakukan oleh dirinya sendiri.

Trader juga menyabotase dirinya dengan tidak memperhatikan risk control dengan baik dan juga trading dengan harapan yang tidak realistis. Mereka trading dengan akun yang undercapitalized atau bisa juga dengan ceroboh membuat satu trade dengan porsi margin yang besar dari margin total yang ada di akun mereka. Adalah sulit, baik secara sadar atau tidak sadar, untuk membuat kepala anda bebas dari emosi apapun ketika anda trade dengan risiko yang anda tahu tidak sanggup untuk anda terima. Trade dengan risiko yang tinggi akan menimbulkan emosi. Untuk menanggulanginya adalah dengan mengatur risiko dengan cermat dan juga sadari kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Jika anda yakin sekali bahwa anda akan menang dalam satu trade tersebut, ingatlah bahwa hanya Tuhan yang tahu kapan dan kemana pasar bergerak. Kita hanyalah manusia yang tidak akan mungkin sanggup untuk mengontrol market yang begitu jauh lebih kuat daripada kita.

Ada saatnya dimana trader merasa apapun yang dirasakannya hanyalah kesalahan. Mereka merasa bahwa sudah takdirnya tidak bisa sukses di trading. Tapi sesungguhnya bukan takdir yang menjadi penentu sukses atau tidaknya trading. Diri kita sendiri lah penentunya. Kemampuan kita mengendalikan emosi -yang merupakan bagian dari diri kita sendiri sebagai manusia -adalah pokok permasalahannya. Kendalikan emosi. Dan kendali emosi dapat di peroleh dari sebuah perencanaan trading yang baik.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: