Motif Trading, Uang?

August 29, 2008 at 12:29 pm | Posted in My Post | 13 Comments

Kenapa anda trading? Apa yang memotivasi anda? Pasti kebanyakan jawabannya adalah uang. Ya kita trading untuk uang. Tapi bagaimanapun uang bukanlah segalanya. Proses lah yang terpenting, bukan hasil. Jika proses berjalan baik, maka hasil akan mengikuti. Dan jika proses tidak berjalan dengan baik, kita akan termotivasi untuk memperbaikinya. Adalah lebih menyenangkan berjalan mendaki gunung dan mencapai puncak ketimbang naik helikopter dan langsung mendarat di puncak. Begitu juga trading, seorang trader seharusnya termotivasi oleh ganjaran yang melekat pada trading ketimbang termotivasi oleh profit semata.

Banyak trader pendatang baru (newbie) yang tertarik untuk trading karena uang, status maupun kehormatan. Mereka beramai-ramai masuk ke market dengan berharap menangguk profit sebanyak-banyaknya. Wajar sekali, uang memang memiliki daya pikat yang berkilau menggiurkan. Tapi ketahuilah, berdasarkan pengalaman saya (yang tidak seberapa ini), motif trading yang hanya untuk memuaskan nafsu seperti ini hanya akan berakhir pada kegagalan. Uang bukanlah alasan yang tepat untuk bisa bertahan dan sukses dalam dunia trading yang gila ini.

Seorang teman saya, beliau trading lebih lama daripada saya, pernah berkata: “Uang tidak bisa membuat seseorang bahagia. Trading adalah pekerjaan saya dan saya enjoy melakukannya. Uang memang manis dan nikmat, tapi selanjutnya apa?”.

Ada juga seorang teman saya yang lain, berkata “Saya cinta trading karena kebebasan yang ada di trading, saya bisa tetap memiliki penghasilan tanpa harus mengatur pegawai atau diperintah oleh atasan, selain itu kondisi yang selalu dinamis memberikan tantangan tersendiri bagi saya”. Mungkin masih banyak lagi alasan yang mendasari seseorang untuk trading.

Trading memiliki makna yang dalam bagi seorang winning trader. Market selalu membuat mereka bergairah. Pergerakan market membuat mereka tertarik. Menemukan strategi trading baru merupakan tantangan yang menarik secara intelektual, dan melihat strategi tersebut berjalan adalah menyenangkan dan menggairahkan (gairah tinggi hehehe), tidak peduli hasilnya profit atau loss. Dan percayalah, sudut pandang yang seperti ini akan menjadi motivasi yang sangat kuat. Trader yang bermindset seperti ini akan lebih mudah dalam mengatur tekanan yang begitu tinggi dalam pekerjaan ini. Dan ketika anda tidak hanya terfokus melulu pada uang, anda akan lebih mudah untuk tenang dan fokus. Uang hanyalah dampak yang ditimbulkan dari sebuah kesuksesan.

Winning trader tidak melulu terfokus pada uang. Mereka fokus pada trading itu sendiri dan itulah yang membuat mereka memiliki mental trading yang layak. Ketika anda tidak khawatir pada uang yang anda miliki, anda akan lebih bisa berpikir lebih bebas. Anda akan berpikir bahwa anda tidak harus selalu menang, dan menyadari bahwa anda bisa berbuat kesalahan dan menerimanya sebagai konsekuensi. Dengan berpikir seperti itu, anda bisa trading dengan lebih relaks, kreatif dan mudah-mudahan lebih profitable.

Apakah yang memotivasi anda untuk trading? Apakah anda melihatnya sebagai suatu tantangan? Dari sekian banyak jawaban yang ada, ada satu ciri yang mendasari motif seorang winning trader, yaitu tantangan intelektual. Dan sekedar informasi, Warren Buffet menyumbangkan sebagian besar hartanya yang notabene merupakan hasil dari pekerjaannya. Semoga menginspirasi!

Advertisements

13 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Memang dilema. Di satu sisi uang memang diinginkan karena kebutuhan hidup. Tak ada uang, bagaimana bisa membeli beras dan lauk pauk? Di satu sisi lagi, uang diinginkan untuk membeli apa yang diimpikan.

    Memang benar, forex trading tampaknya bukan untuk orang yang terpepet kebutuhan hidup. Orang macam saya, yang masih dihimpit kebutuhan hidup selayaknya memang hanya memandangi forex saja sekedar untuk pengetahuan, yang bisa berguna bila kelak sudah lebih longgar keuangannya.

    Ini bukan suatu kecengengan. Tapi memang kenyataan. Ada hal-hal yang memang tidak seharusnya disentuh oleh orang yang masih bergelut dengan “balapan tikus” (rat race/labyrinth) untuk mencapai hidup yang lebih nyaman.

    Tulisan yang bagus. Trims!

  2. #sigit: Memang dilema. Di satu sisi uang memang diinginkan karena kebutuhan hidup. Tak ada uang, bagaimana bisa membeli beras dan lauk pauk? Di satu sisi lagi, uang diinginkan untuk membeli apa yang diimpikan.

    ***Saya pribadi ikut merasakan apa yg dirasakan mas sigit, namun “masih banyak jalan ke roma” bukan hanya “TRADING” aza yg disebut kebebasan berkarya πŸ™‚ tukang ojek, becak asal halal semua bisa menjadi pilihan πŸ™‚

    ***Bila kita memandang “UANG” atau istilah “The Firms” -> Show Me the Money – oalah ya repot… coba kita pantang trading itu seperti berkumpul keluarga bersama-sama kunjungi arena permainan “TIMEZONE” kumpulin tiket dari bola basket – nah tiket itu kan bisa ditukarkan menjadi barang yg berbentuk fisik contoh boneka umpama buat putri kita… tapi pernah tidak kita berpikir iya ya wah ternyata 1000 perak yg kita keluarin itu dimasukin ke lubang mesin hasilnya hanya boneka πŸ™‚ tapi perlu diingat kita telah menukarkan sebuah kebahagiaan kepada putri kita hanya sebuah boneka yang tanpa diukur udah berapa biji 1000 perak tadi πŸ™‚

    ***coba kita pandang trading itu juga arena permainan “TIMEZONE” kumpulin tiket sebanyak mungkin – tanpa disadari hasil yg kita dapat bukan hanya perasaan dilema πŸ™‚ tapi juga kebahagian – kebahagian yg kita dapat adalah tiket tersebut bisa ditukarkan menjadi sejumlah dollar kecil ataupun besar…

    ***kebahagian dalam bermain menjadi ujung tombak dalam permainan – kalo udah emosi umpama pengen memasukin bola basket ke-ring dengan harapan ingin mendapat tiket ya makin ga pernah dapat – yang ada malah mumet…

    ***trading harus bahagia or bahasa saya Trading has to be enjoyed πŸ™‚

    ***begitu mudah jangan dibikin mumet πŸ™‚

    ***jaga keseimbangan dalam kehidupan kita masingΒ²

    ***bila dalam diri kita hanya ada gerutu busyet kapan kaya aku, mending pilih career yang jauh lebih bermakna tapi halal contoh tersebut diatas πŸ™‚

    ***Trading bukan untuk orang berduit – tapi orang yang mau menyisihkan waktu sedikit dengan dana kecil untuk dijadikan token bermain games πŸ™‚

    ***low invest high profit pikiran ini yg akan meracuni dan memaksa kehendak diluar kemampuan kita…

    trims bung beni sorry cerewet dimari ;)) [jadi malu]

    muach :-*
    Met sukses

  3. koreksi ada yg ilang :))

    ***low invest high profit

    ***pegangan ini jarang ada yg bisa pahami

    bila kira berpikiran high invest high profit yg ada malah nimbul keracunan dan pemaksaan diri diluar kehendak dan kemampuan

    trims lagi

  4. makasih atas komen2nya.
    sebenarnya dalam artikel ini saya mencoba menekankan bahwa uang yang kita coba peroleh dari trading bisa menjadi bumerang bagi kita, bayangkan kalau anda trading dengan kepala yang hanya berisi tentang uang. Uang memilki dampak negatif dalam aplikasi trading. obyektifitas terhadap pasar bisa menjadi bias dan akhirnya melahirkan tindakan2 yang tidak rasional, tidak terukur, dan tidak terencana. uang bisa menyeret kita ke dalam gelombang emosi. uang bisa membuat kita tidak mau mengakui bahwa posisi trade kita berlawanan dengan tren yang terjadi di market. uang membuat kita sulit untuk relaks dan kreatif, dsb.
    Meskipun uang bisa juga menjadi motivasi bagi seorang trader, tapi motivasi yang di timbulkan karena uang adalah motivasi semu, motivasi itu akan surut ketika kita menderita kerugian (apalagi kerugian beruntun dan banyak). atau juga motivasi itu akan hilang kalo kita sudah kebanyakan uang :D. Ada hal lain yang bisa dijadikan pemicu motivasi trading yang lebih baik yaitu intelectual challenge. tantangan untuk mengamati, menganalisa, membuat keputusan dll. Karena yang namanya tantangan tidak akan pernah habis. tantangan selalu menawari kita untuk menemukan jawaban..

  5. sip sip bisa dimengerti :-bd

  6. Motif trading forex, bagi saya adalah sbg investasi jangka panjang. Trading forex bagaikan menabung uang di bank, mendapatkaan bunga dan keuntungan/capital gain hehehe…

    god bless you

  7. Very impressive…!

    Sampe bingung mau kasih koment apa, karena udah kebahas semuanya. Tapi ada satu kalimat dari ‘sang tuan rumah’ yaitu :

    “…obyektifitas terhadap pasar bisa menjadi bias dan akhirnya melahirkan tindakan2 yang tidak rasional, tidak terukur, dan tidak terencana.”

    Saya sangat setuju dengan kalimat ini, dimana saya juga sempat membahas masalah ini di blog saya bahwa dalam menentukan target profit hendaknya meliputi 3 kriteria (realistic, achievable dan measurable).

    Hal ini perlu kita lakukan supaya kita nggak “expect too much” dengan target yang muluk2, dimana disaat target tsb gak kecapai (karena tidak realistis dan tidak terukur), yang ada malah kesel sendiri πŸ˜€

    Trade sesuai dengan kemampuan ajalah…. baik itu kemampuan modal, knowledge, experience, skill, etc.

    Gitu aja dulu deh… sorry udah lancang ikutan ngomong πŸ™‚

  8. Makasih atas kunjungannya pak anard πŸ™‚
    Ilmunya cuman begitu2 aja kok, bertebaran di google ;), cuman di proses di kepala trus di tulis lagi aja πŸ˜‰

  9. Artikelnya sangat bagus pak, kalau boleh tau karena forex ini juga sebagai investasi jangka panjang sebaiknya kita menggunakan broker mana yang aman dan terpercaya.Mohon masukkannya pak

    tks

  10. Terimakasih. Untuk memilih broker sebaiknya di sesuaikan dengan kondisi dan keinginan anda dulu pak, tapi saya biasa menggunakan marketiva dan oanda.

  11. Mengenai kondisi dan keinginan ini yang seperti apa pak ? mohon penjelasannya karena kita tau di dunia maya ini bisa saja tiba tiba broker nya nakal lalu kabur begitu saja.
    Tks

  12. Beberapa poin yang umum diperhatikan dalam memilih broker:
    – regulasi
    – cara deposit dan withdraw
    – spread dan komisi2 lainnya
    – dll

  13. @ wison
    Quote :
    ***Saya pribadi ikut merasakan apa yg dirasakan mas sigit, namun β€œmasih banyak jalan ke roma” bukan hanya β€œTRADING” aza yg disebut kebebasan berkarya πŸ™‚ tukang ojek, becak asal halal semua bisa menjadi pilihan :)***

    Wah, tidak sangka, ada juga yang nanggapi, terima kasih.

    Begini, Pak Wison, saya tidak pernah menulis bahwa, dan tidak membatasi yang namanya bebas berkarya itu hanya forex, dan saya memahami juga lebih banyak lagi di luar itu. Saya hanya tidak punya harta banyak, dan bukannya bodoh.

    Halal itu betul, untuk tukang ojek dan becak. Mulia dibandingkan berharta tapi korupsi. Tapi contoh di atas, bukan hanya begitu sederhananya tapi juga terkesan melecehkan saya. Walau saya yakin, Pak Wison TIDAK PERNAH BERNIAT begitu.

    Penulis novel J.K. Rowling bisa menghasilkan lebih dari 93,5 juta dolar AS, dengah hanya modal kertas, dan perangkat lunak pengolah kata, atau mungkin hanya sebuah mesin tik dan pena. Tapi imajinasinya mampu mendorong banyak penikmat novel usia belia, hampir di seluruh dunia.

    Memang tidak ada apa-apanya dibanding Warren Buffet, dengan aset 63 milyar dolar AS lebih. Tapi Rowling (lahir tahun 1965), lebih muda 35 tahun dari Buffet (lahir tahun 1930).

    Masih banyak lagi di luar sana profesi ajaib yang tidak diduga sebelumnya dapat mendatangkan penghasilan wah.

    Selebihnya, dari tanggapan Pak Wison saya menangkap intinya: trading itu menyenangkan, tidak perlu dibuat susah, bisa seperti bermain-main seperti di Time Zone, bukan permainan orang berduit, dan bisa dimainkan oleh orang berduit receh pula.

    Maafkan saya, kalau pengertian saya tidak memadai soal forex.

    Saya tanggapi begini:

    Memang trading forex bisa dilakukan dengan menyisihkan sedikit waktu luang. Tanpa beban.

    TAPI itu bisa dilakukan oleh orang yang pengalamannya memadai, pengetahuannya memadai, mentalitas untuk masuk di fx juga memadai.

    Karena itu saya suka datang blog ini, karena tulisan-tulisannya kebanyakan berkaitan dgn mentalitas tadi. Hanya ingin mengintip dan memahami mentalitas seorang trader.

    Untuk pemula?
    Tetap harus berkorban waktu, dan tentu saja uang.

    Kenapa saya mencontohkan orang miskin di sini?

    Selain karena pengalaman pribadi, saya tahu betul bahwa WAKTU dan UANG adalah dua hal yang bagai saling BERKEJARAN bagi orang yang tidak punya.

    Dari hasil mengobrol sana sini, saya mendengar bahwa ada beberapa “keajaiban” di mana beberapa orang yang baru masuk ke foreign exchange itu bisa menghasilkan uang banyak, hanya dengan uang kecil (kecil sekali bahkan, jika dibandingkan dengan keuntungan yang ia peroleh). Beberapa teman pun mulai menyisihkan waktunya untuk mengejar prestasi yang sama.

    Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang sama identik. Bahkan saudara kembar sekalipun.

    KEBERUNTUNGAN SATU DUA ORANG belum tentu dimiliki oleh orang lain.

    Yang saya khawatirkan, dari blog forex satu, ke blog forex yang lain, banyak yang menepiskan fakta bahwa forex itu adalah beresiko tinggi.

    Bukan hanya uang yang diresikokan di sini. Saya khawatir malah HAL-HAL DILUAR UANG yang JAUH LEBIH BERHARGA, apalagi bila gegabah.

    Jadi, untuk yang baru coba-coba dan mengharapkan peruntungan, lebih baik pikir-pikir dulu yang matang, dan belajar apa yang perlu dipelajari.

    Semoga tidak ada yang salah menyimpulkan apa yang saya sampaikan.

    Terima kasih. Mungkin di lain waktu bisa di kita ngobrol lagi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: