Prediksi

September 13, 2008 at 12:00 am | Posted in My Post | 4 Comments

Hampir semua trader mencoba untuk mengetahui pergerakan market di masa depan. Berbagai macam indikator di pahami dan dicoba, berita-berita perekonomian dikumpulkan dan dianalisis, bahkan belakangan ini banyak trader yang saya temui sibuk dengan mempelajari dan menguji Expert Advisor (EA) yang diciptakan olehnya maupun trader (mungkin lebih tepat disebut pembuat EA daripada trader) lainnya. Seperti itukah pekerjaan seorang trader? Apakah trader yang baik harus selalu mencari cara untuk mengetahui pergerakan pasar yang akan terjadi? Apakah prediksi adalah kunci dari trading yang profitable?

Market adalah sekumpulan manusia yang memiliki pemikiran dan kepentingan masing-masing. Kita sebagai manusia mencoba untuk merasionalisasi semua apa yang berkaitan dengan kepentingan kita. Trader berusaha merasionalisasi pergerakan market melalui indikator-indikator teknikal maupun dengan berita-berita fundamental yang sekiranya berkaitan dengan market.

Alexander Elder dalam bukunya Trading For A Living mengatakan bahwa trading adalah zero sum game. Zero sum game adalah sebuah permainan dimana jumlah income dan outcome bila dijumlahkan maka hasilnya adalah nol. Ada dua hal yang perlu kita cermati dalam permainan ini, yaitu: probabilita/kemungkinan (income dan outcome) dan jumlah/volume (jumlah dari outcome dan income).

Dalam trading, probabilita berarti prediksi. Trader dituntut untuk melakukan prediksi agar probabilita/kemungkinan di masa yang akan datang lebih besar. Dengan memprediksi apa yang terjadi dimasa yang akan datang kita dapat mengambil keputusan yang paling baik bagi diri kita.

Tapi ada efek negatif yang ditimbulkan oleh prediksi, yaitu sebuah rasa keyakinan yang berlebihan. Seorang trader yang sudah sangat yakin bahwa apa yang diprediksinya akan benar-benar terjadi di masa depan akan cenderung lebih mudah untuk mengarah ke fanatisme yang justru membahayakan. Dan seperti layaknya sebuah fanatisme, akal sehat dikesampingkan. Emosi mengambil alih pikirannya dan mendasari semua keputusan yang diambilnya. Dan seperti yang kita duga, kegagalan dengan senang hati menghampiri.

Ada sebagian trader yang berpendapat bahwa hanya Tuhan lah yang mengetahui kemana dan kapan market akan bergerak. Tidak ada seorang manusiapun di dunia ini yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi ada juga trader yang berpendapat bahwa pergerakan market bisa dan harus kita prediksi. Walaupun tidak akan selalu benar dan akurat, trader memiliki tugas untuk memantau dan akhirnya membuat sebuah prediksi mengenai kondisi pasar.

Apapun pendapat anda, ada hal yang perlu diperhatikan di sini, yaitu fanatisme akan prediksi yang anda buat atau pilih. Fanatisme merupakan output dari kondisi emosional yang mengesampingkan akal sehat. Dan trading dengan mengedepankan emosi daripada akal sehat adalah sebuah tindakan bunuh diri yang sia-sia.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemauan untuk menerima bahwa apa yang telah anda prediksikan tidak akan selalu benar-benar terjadi. Kita hanyalah sebuah tetes air ditengah lautan. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah kondisi pasar seperti yang kita kehendaki, kecuali kita memiliki kekuatan yang nyata untuk itu. Yang bisa kita lakukan hanyalah dengan mengatur risiko dan uang kita sebaik mungkin. Hanya dengan begitu kita bisa tetap survive dan memiliki kesempatan untuk sukses.

Trading memang membutuhkan keyakinan dan dengan memprediksi kita bisa memperoleh keyakinan itu di tengah badai ketidakpastian. Tapi sebuah keyakinan tinggallah sebuah keyakinan, kita tetap harus melihat kepada kenyataan yang ada. Market menawarkan kepada kita kesempatan dan tugas kitalah untuk meraih kesempatan itu.

“A fanatic is one who can’t change his mind and won’t change the subject” (Winston Churchill, 1874-1965)
Advertisements

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Selamat bos, anda sudah menjadi salah satu Forexer di dunia ini.. Kapan ya bisa nyusul, he…..

  2. Indikator hanyalah indikator.

    Indikator digerakkan oleh harga, bukan sebaliknya.

    Benar sekali, belum tentu selalu benar.

    Salut! 🙂

  3. Saya seorang trader forex dan selama ini selalu saya menggunakan EA(Expert Advisor). Alasan saya kenapa menggunakan EA karena EA bagi adalah sebagai alat bantu dalam bertrading forex dan bukan sebagai pengambil keputusan. Jadi menurut saya, sah2 saja seorang trader bisa menulis logika/trading system yang digunakan dalam bertrading forex dengan menggunakan EA. 😀

    Salam

  4. Yup. Menggunakan indikator, EA, sinyal, intuisi atau apapun namanya adalah sebuah pilihan. Tidak ada yang “benar” atau “salah”, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
    Dalam artikel ini sebenarnya saya mencoba untuk menekankan kepada efek negatif yang ditimbulkan dari prediksi, dimana sebagai trader, prediksi merupakan hal yang sangat erat dengan pekerjaan ini.
    Salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: