Optimisme

September 22, 2008 at 3:43 am | Posted in My Post | Leave a comment

Hampir semua berita ekonomi yang kita lihat belakangan ini memuat tentang krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat dan mungkin juga sudah mulai merambat ke negara-negara lainnya. Lembaga-lembaga keuangan yang sudah sangat lama berdiri dan memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi mulai berjatuhan, mungkin yang terakhir kita dengar adalah kejatuhan dari Lehman Brothers.

Resesi ini tidak main-main, bahkan banyak ekonom, pelaku pasar dan pengamat ekonomi yang dengan tidak ragu berpendapat bahwa resesi ini mungkin setara dengan Great Depression. Anda tentu masih ingat krisis ekonomi 1998 yang menimpa Asia, saya yakin anda paham apa dampaknya terhadap negara kita dan negara-negara lain yang terkena badai krisis ekonomi ini. Bukan hanya pada perekonomian, tetapi resesi telah mengubah hampir setiap bidang kehidupan.

Apakah artinya semua ini bagi market? Saya tidak tahu pasti, tapi saya berani mengatakan mungkin akan banyak uang yang ‘tumpah’ ke market atau mungkin sebaliknya. 😀 Bagi trader rumahan seperti saya ini, tidak akan mungkin bagi saya untuk bisa ‘mengatur’ pergerakan market. Dan tanpa kemampuan itu, akan sulit sekali untuk bisa memperoleh profit. Tapi bagi seorang trader, selalu ada optimisme. Meskipun banyak trader yang loss di market, di sisi lain pasti ada orang yang bisa menang dan memperoleh profit. Dan jika anda mampu memaksimalkan aset finansial dan personal anda, anda bisa menang dan memperoleh profit juga.

Minggu lalu saya pikir indeks Dow Jones dan bursa-bursa lain di dunia akan turun terus menerus sepanjang minggu. Tapi di balik pikiran saya itu, saya punya semacam feeling bahwa akan ada sesuatu yang bisa membalikkan semua itu. Dan seperti yang kita tahu, SEC mengeluarkan aturan untuk melarang short selling di bursa saham dan akhirnya terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Jika anda bisa mengantisipasi ini, saya yakin anda bisa menangguk keuntungan, saya harap demikian. 😉

Winning trader selalu dengan optimisnya mencari kesempatan dan mengambil keuntungan dari kesempatan tersebut. Dan jika anda mampu mengkapitalisasi berbagai macam perkembangan berita yang mengakibatkan naik turunnya market berarti anda mampu mengambil keuntungan. Ada orang-orang yang memandang market dengan pesimis, dan ada juga yang selalu optimis. Dan ketahuilah, menjadi optimis akan selalu lebih baik daripada menjadi pesimis.

Kapan saatnya kita menjadi optimis? Pada akhirnya semua tergantung pada metode anda masing-masing. Jika anda enjoy untuk mengikuti perkembangan berita, menganalisis data-data statistik dan membuat educated guest tentang arah pasar, anda akan enjoy dan menikmati market. Tapi mungkin anda sudah merasa cukup hanya dengan metode kebalikan (contrary), yaaa market hanya memiliki dua kemungkinan: naik dan turun.

Apapun yang anda lakukan dan bagaimapun metode anda, jangan pernah overestimate mengenai trading skill anda. Trading di market yang penuh ketidakpastian tidaklah pernah mudah. Dan jika anda tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam menghadapi kondisi market tertentu, akan bijak sekali untuk bersikap hati-hati. Kita memang memiliki kecenderungan untuk percaya bahwa kita memiliki keahlian lebih dari apa yang kita benar-benar miliki, dan kecenderungan ini akan lebih besar ketika kita sedang berada di bawah tekanan. Trader yang overconfident tidak hanya optimis tapi juga tidak realistis. Dengan naifnya mereka berpikir bahwa ada kesempatan (oportunity) yang lebih dari apa yang ada sekarang atau mereka berpikir bahwa mereka memiliki skill untuk trade di kondisi market yang mereka sendiri masih sedikit pengalamannya di dalam kondisi market itu. Jadi satu cara untuk survive dari kondisi market yang selalu berubah adalah tetap tenang, hati-hati untuk mengevaluasi kemampuan anda, dan trade dengan realistis berdasarkan level skill dan pengalaman yang anda miliki.

Optimis yang naif menjadi berbahaya karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jika anda tahu bagaimana trade di market yang ‘bergelombang’, maka adalah realistis jika anda berpikir anda bisa melakukannya dan juga untuk berpikir optimistis. Tidak trade di tengah kondisi market yang ‘tidak dikenal’ bukan berarti pesimis. Untuk mudahnya saya berikan contoh sebagai berikut, misalnya anda memiliki strategi yang telah terbukti baik di saat kondisi market dengan tren yang jelas, maka adalah realistis untuk tetap wait and see ketika market sedang tidak memiliki tren. Lebih baik anda menunggu sampai market sesuai dengan strategi yang anda pakai tersebut baru kemudian trade dengan optimal. Optimis yang benar adalah optimis yang tahu ‘mampu’ dan ‘kapan’ untuk melakukannya. Jika anda tetap waspada atas apa yang anda bisa lakukan, maka anda adalah realistis-optimis, meskipun anda memiliki pandangan yang ‘suram’ mengenai kondisi market yang ada.

Apapun yang anda lakukan, janganlah menjadi terlalu pesimistis. Sukses dalam trading memang bukan sesuatu yang guaranteed, tapi memang hanya sedikit hal di dunia ini yang pasti. Ketika semuanya terlihat hopeless, seperti misalnya resesi di awal tulisan ini, jangan menyerah. Carilah solusi dan lakukan tindakan yang spesifik. Hopeless atau tidak hanyalah masalah sudut pandang. Jangan pernah berpikir; tidak mungkin bisa profit di tengah kondisi resesi seperti ini, tapi berpikirlah; yahh memang lebih sulit untuk profit di dalam kondisi market yang baru seperti ini tapi jika saya bekerja lebih keras saya percaya saya bisa tetap survive dan akhirnya sukses, dengan berpikir seperti itu anda akan terdorong untuk mencari solusi, daripada anda hanya memandang segalanya dengan ‘gelap’.

Trading is a tough business. Trader harus selalu ulet dalam menghadapi halangan. Pola pikir anda menentukan tingkat keuletan anda. Berpikir pesimis tidaklah produktif dan semuanya menjadi hopeless. Tetaplah positif dan percaya jika anda berusaha dengan cukup, anda akan bisa. Wajar sekali jika anda cemas tentang masa depan, tapi kecemasan tidak membawa anda kemana-mana. Optimisme yang di combine dengan kerja keras dan keuletan akan membantu anda menjaga winning mentality anda.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: