Pentingnya Pengendalian Emosi

October 4, 2008 at 12:00 am | Posted in My Post | Leave a comment

Tidak semua emosi berarti jelek. Emosi bisa saja merefleksikan semangat/gairah atas apa yang kita lakukan. Beberapa trader sangat bersemangat sekali dengan trading mereka sehingga bisa saja mereka ‘meluap-luap’ ketika semuanya berjalan di luar kehendak mereka. Sangat wajar sekali. Ketika anda memiliki gairah akan sesuatu, anda akan bereaksi. Bahkan banyak trader yang mengekspresikannya dengan rasa frustasi dan emosi yang ekstrim. Tapi bukan begitu seharusnya, yang ideal adalah dengan tetap tenang dan obyektif. Emosi yang ekstrim bisa menguras energi psikologis. Teruslah belajar untuk bisa mengendalikan emosi sehingga kita tetap dapat menjadi rasional ketika membuat keputusan-keputusan trading kita.

Banyak orang yang salah kaprah mengenai pengendalian emosi yang benar. Banyak orang yg berpikir bahwa pengendalian emosi yang baik adalah dengan ‘menekan’ emosi mereka. Mereka menyimpan emosi mereka dan tidak mau untuk mengekspresikannya. Cara seperti ini bukanlah sebuah bentuk pengendalian, dan menurut ilmu psikologi (setahu saya sich) cara ini tidak sehat bagi kondisi kejiwaan seseorang.

Emosi adalah hasil atau interpretasi atas sebuah kejadian. Ketika terjadi hal yang diluar keinginan kita, kita akan merasa frustasi atau bahkan marah. Jika kita menginginkan sebuah kejadian terjadi dan ternyata yang terjadi adalah sebaliknya dari yang kita inginkan, maka kita akan merasa frustasi dan marah. Anda memiliki dua kemungkinan, yaitu: sekedar melempar mouse dan keyboard ke monitor (atau sampai kejadian terburuk seperti di sini) atau tetap memendamnya sampai akhirnya menjadi bisul atau bahkan mungkin penyakit kejiwaan.

Pengendalian emosi adalah sebuah proses yang aktif, bukannya pasif. Janganlah mengikuti emosi anda, daripada mengikuti lebih baik anda mencari tahu apa yang menyebabkan sebuah kondisi bisa terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Misalnya, indikator anda (yang sudah teruji dan terbukti pada back test yang sudah anda lakukan) memberikan sinyal bahwa market akan bergerak naik, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Wajar sekali jika anda merasa bahwa prediksi anda seharusnya (atau mungkin harus) terjadi, tapi ekspektasi seperti itu tidaklah realistis. Berpikirlah bahwa market bukanlah sebuah layaknya ilmu pasti, banyak variabel-variabel yang mempengaruhi market. Jika anda masih saja berpikir ‘seharusnya’ seperti tadi, maka anda akan bertambah frustasi dan marah. Berpikirlah seperti halnya ada sebuah ‘kecelakaan’ yang menyebabkan rencana anda berantakan. Berbagai macam kejadian bisa saja membuat kalah, dari turnmoil di pasar sampai koneksi internet anda yang disconnected. Jika anda tidak bisa, secara filosofis, menerima kekalahan yang terjadi maka yang timbul hanyalah frustasi dan marah saja. Berpikirlah optimis, kekalahan itu pasti ada dan pasti akan terjadi, tapi bukan berarti anda akan merugi pada akhirnya. Terimalah bahwa kekalahan adalah konsekuensi dari kemungkinan kemenangan yang mungkin anda terima. Semuanya tidak akan mungkin berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, pasti akan ada kekalahan dan terimalah fakta itu. Jika anda berulang-ulang dengan aktifnya meyakinkan kepada diri anda semua hal tersebut, anda akan lebih mudah untuk mengatasi keterpurukan/kekalahan yang anda hadapi. Dengan begitu anda tidak akan terlarut dalam kekecewaaan dan melanjutkan lagi trading anda dengan kepala yang lebih fresh. Keuletan sangat dibutuhkan untuk bisa survive dalam trading, dan semakin sedikit frustasi dan marah yang anda rasakan, maka semakin mudah bagi anda untuk bisa tidak menyerah pada halangan yang menghadang.

Trader yang cerdas adalah trader yang berpikir realistis dan masuk akal (logis). Dia tidak akan terlalu sedih jika kalah dan juga sebaliknya jika menang tidak akan terlalu larut dalam kesenangan. Rasa gembira yang berlebihan juga bisa berbahaya. Sama seperti emosi negatif (frustasi, marah, kecewa dll), euforia kegembiraan dapat menguras energi psikologis anda yang seharusnya energi tersebut anda curahkan untuk trading. Pada level yang moderat, kegembiraan dapat menjadi motivator, tapi dalam level ekstrim (berlebihan), kegembiraan akan menjadi pemicu pengambilan keputusan yang impulsive (menuruti kata hati), misalnya menambah volume/quantity posisi anda untuk alasan yang tidak jelas atau lupa dengan strategi risk control anda.

Penting sekali untuk mengontrol emosi. Dengan mengontrol emosi, anda telah membentuk dan menjaga kelayakan mental anda dalam menghadapi ketidakpastian yang ada di market. Dan mental yang layak adalah mental yang dibutuhkan untuk menjadi pemenang. Salam sukses!!

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: