Fear, Bagaimana?

October 5, 2008 at 2:47 am | Posted in My Post | 1 Comment

Ada seorang teman saya yang trading di index market. Dalam percakapan terakhirnya dengan saya, dia menyampaikan sedikit unek-unek nya mengenai fear yang dia rasakan belakangan ini. Berikut saya ringkaskan unek-uneknya; “Beberapa minggu terakhir market begitu tinggi turbulensinya, dan seperti yang kita tahu, banyak sekali kesempatan yang ditawarkan oleh market…. Saya membuka posisi sell terus sepanjang minggu kemarin dan sepanjang saya masuk ke pasar di titik yang tepat, saya mendapat keuntungan yang lumayan. Ketika hari Jumat kemarin, isu persetujuan bailout oleh House of Representatives telah membuat market berbalik arah. Saya pun sudah berkeyakinan untuk memilih buy di market. Tapi entah kenapa hati ini selalu saja diliputi keraguan, atau mungkin lebih tepatnya ketakutan, untuk masuk ke market dengan posisi yang berlawanan dengan hari-hari sebelumnya.”

Mungkin kondisi teman saya itu sering juga menghinggapi kita semua. Keraguan selalu membayangi setiap langkah yang akan kita lakukan. Ya, memang sulit untuk membuat keputusan ketika uang kita ‘dipertaruhkan’. Market begitu volatile dan penuh ketidakpastian. Hari kemarin sepertinya Kongres mau untuk memberikan persetujuannya mengenai bailout, tapi hari berikutnya yang terjadi malah sebaliknya. Kita melihat Dow Jones turun drastis kemarin dan esok harinya bisa recover dengan cepatnya. Kondisi seperti inilah yang menimbulkan keragu-raguan. Saya punya semacam feeling ‘itu’ akan terjadi, tapi saya tidak punya nyali untuk melaksanakannya.

Kenapa kita takut dan apa yang harus kita lakukan? Setiap orang pasti takut untuk kehilangan. Sangat normal sekali. Dan untuk jaman sekarang, sepertinya kehilangan (loss) adalah sebuah keharusan (terdengar pesimis yach? Tapi mungkin memang seperti itulah kenyataannya 😉 ). Tapi seorang winning trader selalu obyektif ketika harus trading di market. Kerugian tidak membuat mereka terganggu. Terkadang manusia pemenang adalah manusia yang berjenis fearless. Saya pikir kepribadian adalah faktor yang menentukan. Beberapa orang lebih berkarakter konservatis (hati-hati), dan sulit sekali untuk bekerja di bawah rasa ‘hati-hati’ semacam ini. Rasa takut adalah sebuah kewajaran, dan rasa takut bisa melindungi kita. Terkadang lebih aman untuk menerima ketakutan daripada melawannya dan menanggung risiko.

Winning trader belajar untuk melihat modal di dalam akun tradingnya tanpa perasaan. Dia melihat uang yang ada di akunnya dengan ‘dingin’ dan obyektif. Saya tahu untuk bisa ‘tak berperasaan’ seperti itu adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Lebih mudah untuk mengatakan (atau mungkin menuliskan-misalnya di blog ini-) daripada melakukannya. Tapi kalau anda benar-benar ingin bisa untuk menjadi ‘tak berperasaan’ maka saya akan mengajak anda untuk berpikir dalam tulisan saya berikut ini.

Rasa takut kehilangan uang timbul dari sebuah pemahaman tentang kemiskinan (bahasa sederhananya: kita tahu bagaimana rasanya kalau kita tidak punya uang). Pemahaman bahwa jika kita tidak memiliki uang, kita tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup kita. Pemahaman seperti ini bisa menimbulkan semacam teror yang akhirnya berujung pada ketakutan tadi. Tapi pemahaman tentang kemiskinan juga terkadang bisa menjadi motivator bagi kita yang akan mengarahkan kita untuk mengumpulkan kekayaan (uang) supaya kita tidak harus merasakan kemiskinan lagi. Tapi seringkali motivasi seperti ini akan berujung dengan timbulnya kegelisahan.

Bagi orang yang sudah memahami bagaimana rasanya kekurangan uang (miskin), uang akan memiliki arti yang simbolis. Uang bisa menjadi standar sosial dari seberapa baik kita melakukan sesuatu, atau uang bisa juga menjadi semacam keamanan (security), kebebasan (freedom), dan pilihan (choices). Dan faktanya, hal-hal ini akan menjadi asal muasal dari rasa ketakutan. Sulit sekali untuk tetap bisa obyektif ketika nilai-nilai psikologis diletakkan pada uang.

Apa yang harus anda lakukan dengan rasa takut seperti ini? Jawabannya adalah hiduplah dalam kehidupan yang digerakkan oleh semangat dan tujuan, bukannya kehidupan yang digerakkan oleh kondisi finansial anda. Atau dengan bahasa sederhananya: satu-satunya cara untuk bisa tidak takut terhadap risiko adalah dengan berpura-pura bahwa loss bukanlah sebuah masalah bagi anda. Simpel sekali. Jika anda bisa meyakinkan diri anda bahwa tidak ada konsekuensi negatif yang bisa anda terima dalam melakukan trade, maka anda akan dengan mudah sekali untuk melakukan trade. Jika anda percaya bahwa trade adalah sebuah kepastian, anda akan mudah sekali untuk mengeksekusi order anda. Jika anda percaya bahwa anda bisa mengembalikan uang yang telah hilang (loss) di trade sebelumnya dengan mudah, maka anda bisa untuk pull the trigger.

Saya harap tulisan saya tadi bisa membantu anda, tapi ada hal lain yang ingin saya sampaikan. Saya rasa banyak trader yang memiliki kecemasan dan mereka memang harus seperti itu. Jika anda adalah seorang natural risk taker, anda mungkin tidak memiliki kesulitan menghadapi masalah seperti ini. Tapi saya juga yakin, banyak trader yang menganggap ketakutan adalah sebuah masalah. Kunci supaya anda bisa pull the trigger tanpa stress adalah meminimalisir potensi konsekuensi negatif. Hanya pergunakan uang yang anda afford to lose, jangan pernah membodohi diri anda dengan mempercayai bahwa kata-kata ini (money you can afford to lose) adalah tidak penting bagi anda. Karena seperti yang kita tahu, jauh di dalam hati anda pasti ada tersirat kekecewaan jika kehilangan uang seberapapun kecilnya. Semoga menginspirasi!

Fearlessness is like a muscle. I know from my own life that the more I exercise it the more natural it becomes to not let my fears run me.” (Arianna Huffington, 1950-now)

Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya pernah baca, seingat saya di majalah Intisari, ada ahli pernah meneliti tentang rasa takut. Kesimpulannya: rasa takut yang terbukti benar dan beralasan hanya sekitar 20% sedangan sisanya adalah ilusi.
    Penelitian ini dilakukan pada orang umum yang sehat jiwanya, dan tidak termasuk penderita paranoid.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: