Berhenti Trading?

October 12, 2008 at 2:26 am | Posted in My Post | 12 Comments

Ada salah seorang teman saya yang curhat kepada saya mengenai karir tradingnya. Sebut saja namanya Badu. Badu sudah trading selama bertahun-tahun dan dia merasa meskipun sudah sekian lama trading dia merasa tidak ada kemajuan yang dicapai atau mungkin hanya sedikit kemajuan. Dia merasa putus asa dan menyerah. Ada satu kalimatnya yang saya ingat sekali, yaitu “Saya sudah berikan segalanya untuk mimpi ini (trading) dan sekarang sudah habis semua yang saya miliki. Haruskah saya meyakini suatu impian yang membutuhkan pengorbanan yang besar tetapi belum tentu setelah pengorbanan itu saya lakukan maka mimpi itu akan terwujud? Apakah saya harus berhenti trading?” Tulisan saya berikut ini saya tujukan bagi teman saya tersebut dan mungkin bagi anda yang merasakan kondisi yang mirip dengan teman saya tersebut.

Saya suka sekali menjadi optimistis, tapi saya juga realistis. Kita semua tahu tantangan yang ada dalam trading membuatnya menjadi sulit bahkan mungkin mustahil. Kerja keras dan keuletan tidak selalu menghasilkan kesuksesan. Tapi pernahkah anda bertanya bahwa semua orang yang ingin bermimpi menjadi dokter belum tentu nantinya menjadi seorang dokter sungguhan? Pernahkah anda bertanya bahwa orang-orang yang ingin menjadi pengacara bisa menempuh sekolah hukum dan akhirnya menjadi pengacara? Bagaimana dengan orang-orang yang berlatih sepakbola dari usia dini dan akhirnya gagal menjadi pesepakbola profesional yang sukses? Fakta yang menyedihkan adalah; banyak orang yang bermimpi secara realistis saja banyak yang tidak terwujud. Fakta yang menyedihkan dari kehidupan ini adalah manusia bisa saja mengejar terus mimpinya bertahun-tahun tetapi bisa saja tidak pernah berhasil mewujudkan mimpinya itu.

Penting sekali untuk menghindari kekecewaan dan trading sangat berpotensi sekali untuk dapat mengecewakan. Trading tidak hanya bisa mengecewakan anda secara egoistis, tapi juga secara finansial. Semua trader harusnya pernah bertanya apakah lebih baik dia menggunakan waktunya untuk hal lain yang lebih berguna daripada untuk trading. Jika anda berpikir bahwa tading lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya, maka sebaiknya anda harus berhenti untuk trading.

Sayangnya banyak orang yang memiliki pemahaman yang keliru mengenai trading. Mereka terbuai oleh mimpi dan akhirnya membuat tujuan yang tidak realistis, dan tentunya menyia-nyiakan waktu mereka untuk sebuah impian yang mustahil. Seperti yang sudah saya tulis dalam artikel-artikel saya sebelumnya, membuat tujuan yang terperinci jelas dan realistis sangatlah vital untuk mencapai high level performance. Tujuan yang terperinci membuat anda bisa untuk mereview dan mendapatkan feedback dari kegiatan trading anda. Dan jika anda merasa sudah memiliki skill yang cukup, membuat tujuan yang tinggi dan mencoba meraihnya mungkin bisa menjadi motivator yang kuat. Tapi jika anda ternyata belum memiliki skill yang cukup, dan anda gagal mencapai tujuan anda, anda bisa menjadi kecewa dan akhirnya menyerah.

Jadi jika anda suka dan mau berinvestasi, maka lakukanlah. Selama anda memakai uang yang afford to lose, kenapa tidak trading? Selama trading tidak menganggu aspek-aspek kehidupan anda, kenapa mengatakan tidak untuk mempelajari market? Trading mungkin bisa menjadi semacam hobi. Suatu hobi mungkin sangat baik bagi diri anda. Tapi hobi yang cukup mahal, dan menjadi kecanduan akan hobi yang tidak dapat dijangkau oleh kantong anda adalah hal yang berbahaya. Tapi jika anda suka sekali mempelajari market hanya karena enjoy dan kemungkinan ada “imbalannya”, lalu kenapa mengatakan tidak untuk trading? Selama anda tidak ataupun tidak ada orang lain yang dirugikan, kenapa tidak untuk melakukan sesuatu yang anda inginkan? Semoga menginspirasi.

“I hate uncertainties, but I love challenges.” (bentoet, 1901-now)

Advertisements

12 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ***kepada temen [tersebut diatas] bermimpi itu indah… memiliki citaยฒ juga indah… optimis dan realistis itu bener…

    ***bila contoh pesepakbola ๐Ÿ™‚ tidak menjadi pemain kadang bisa jadi penentu loh…

    ***sama hal dengan trading, profesi ini juga bukan sekedar profesi sehari jadi temen wison pak anton punya cerita sendiri, dari karier beliau jatuh bangun dan jatuh bangun berulang kali namun beliau tetap berusaha untuk mengenal bidang ini secara baik walau tidak bisa dikatakan bertemen baik dengan trading tapi sekarang trading bisa diajak bertemen…

    ***saya pribadi juga sering banget jatuh bangun dan kadang sampai pasrah dengan memunculkan pertanyaan yang cukup nyeleneh “koq bisa begitu koq bisa begini” nah ketahuan kalo wison sendiri belon mengajak bertemen baik dengan si trading ๐Ÿ™‚ belon memahami sifat, watak dan karakter si trading, tapi apa mau dikata setelah benerยฒ mengenal si trading, si trading pun memberikan saya jawaban baik dan bener ๐Ÿ™‚

    ***bagaimana diri si temen yang tersebut diatas ๐Ÿ™‚ trading bertahunยฒ tidak berarti bertemen dengan trading bertahunยฒ barangkali masih cuexin si trading dan belum mau bertemen secara baik dan bener…

    ***koreksi diri itu penting ๐Ÿ™‚ mengejar target karena diiming si trading bisa memberikan sesuatu yg indah itu juga kurang tepat ๐Ÿ™‚ menempatkan si trading menjadi temen primer tapi masih menganggap si trading diposisi tertier juga tidaklah tepat…

    ***karier trading jangan diposisikan primer – karena profesi ini bukanlah profesi cepet saji… bila pengalaman trading sudah lebih dari setahun seharusnya lebih matang berpikir… gambaran yg dikumpulin juga bukan sekedar 1 bar 2 bar gerakan ๐Ÿ™‚ tanyakan apakah saya sudah realistis dalam menjalankan profesi ini dengan baik dan bener?

    hormat,
    wison,se

  2. :)) Dulu pas ikut MLM….malah diajari suruh mimpi….punya BMV 69 buah , punya pesawat 69 buah, punya villa 69 buah .., punya suami..( 1 aja )…..qqqq

  3. Bermimpilah…, dengan mimpi apapun bisa kita raih. Anggap saja kegagalan itu sebagai pelajaran/feedback.
    tetap semangat!!!

  4. Bener mbah dukun, tapi pastinya bermimpi yang dimaksud mbah dukun bukan bermimpi trus tidak melakukan apa-apa untuk mewujudkannya, atau bermimpi terus melakukan hal-hal tidak realistis dan emosional untuk mewujudkan mimpi2 tsb. Tul ga mbah? ๐Ÿ˜€

  5. kalo ga jadi trader lagi terus jadi apa toet? temanmu itu, sapa tau aku bisa ngikut ๐Ÿ˜€ keliatannya kok mirip

  6. hahaha…

  7. Tenapa baru sekarang master Bentoet nulis?? Carina terlanjur salah jalan di dunia trading…Cumi (cucah mikir) tapi nekatz teyuz & ketagihan…tolong kembalikan Carina ke jalan yang benar.

  8. hihihi…

  9. Weton kamu kan selasa kliwon, kamu ga cocok kerja jadi trader. Kamu cocoknya kerja jadi pns aja.
    Ketik: REG PRIMBON kirim ke 9877

    Primbon saya pas buat anda….

  10. Bingung juga gimana yang dimaksud berteman ama market, loss mulu sih tradingnya. sekedar pegangan ama kata kata pantang menyerah aja sehingga belum kapok trading..qqqqq

  11. Dibutuhkan pengalaman untuk bisa “berteman” dengan market, dan pengalaman membutuhkan waktu.
    Sebelum terjun lebih dalam lagi ke dalam dunia trading, tanyakan terlebih dahulu kepada diri kita, apakah saya termasuk orang yang optimis? Apakah saya menyukai risiko? Jawab dengan jujur dari hati yang paling dalam.

  12. Trims om bentoet ๐Ÿ™‚ ..
    Master of psychology menurut saya ๐Ÿ™‚

    Saya baru kenal trading 2 bulan .. gara2 dapet pinjeman modem temen ๐Ÿ™‚ saya jadikan hobi aja sambil nabung “dikit2” account,he3 maklum msh pelajar .. tapi lumayanlah buat bekal ilmu di esok hari .. bener kata om wison, koreksi diri itu penting, kesabaran, n enjoy ajaa :-)..
    Analisa yg baik tanpa pschology yg baik yo podo wae mbujuk :D..
    Keep never ending to learn .. Bljr lg ah, lha wong nubie saya ๐Ÿ™‚
    Have a nice weekend om bent ๐Ÿ˜€

    Best Regards

    Obient


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: