Fear; Irasional dan Realistis

December 20, 2008 at 2:08 pm | Posted in My Post | 1 Comment

Terkadang fear membantu kita. Ada kalanya fear menjaga kita untuk tidak melakukan kesalahan. Emosi memiliki manfaat bagi kita manusia, dan rasa takut membuat kita menghindari kesalahan-kesalahan. Tapi ketika trading di market, perlu sekali untuk “menaklukkan” kecenderungan kita sebagai manusia untuk menghindari risiko. Terkadang rasa takut menguasai kita, dan jika anda ingin trading dengan mental yang layak, anda harus berlatih untuk mengontrol rasa takut itu.

Dalam trading, fear memiliki dua sisi yaitu negatif maupun positif. Jika anda sedang loss beruntun dan tidak mau lagi untuk kehilangan satu dolar pun, maka fear mencegah anda untuk tidak terus terjerumus ke dalam kerugian yang semakin besar. Ketika strategi anda sepertinya tidak bisa diandalkan lagi untuk menghadapi suatu kondisi market tertentu, fear bisa memberikan “sinyal” kepada anda untuk mengubah drastis strategi anda tersebut, dan tetap duduk manis di luar market selagi anda mencari strategi baru yang bisa diandalkan. Tapi tidak selamanya fear berdampak positif kepada kita. Fear bisa mempengaruhi anda dalam mengambil keputusan. Anda tentu saja tidak mau misalnya menjadi panik dan impulsive kemudian mengclose sebuah posisi yang menurut strategi anda seharusnya tetap dibiarkan floating. Anda tentu ingin untuk bisa menilai opsi-opsi apa saja yang anda miliki dan dengan pikiran yang tenang dan rasional kemudian memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan.

Ketika kita takut, kita seperti berada di pinggiran jurang dan menjadi sulit untuk berkonsentrasi dan berpikir jernih. Dan ketahuilah, hal seperti ini bisa mempengaruhi keefektifan anda dalam trading. Mungkin pertamanya sih rasa takut bisa memotivasi anda untuk terus memperhatikan trading anda, tapi lama kelamaan rasa takut itu terus bertambah, atau bertambah cemas dan khawatir dan akhirnya duaaar. Hehehe.. saya berikan contoh, misalnya anda sudah memiliki trading plan yang sangat lengkap dan spesifik, semua aspek sudah direncanakan dan diatur dalam trading plan tersebut, dan mungkin anda sudah cukup berpengalaman dalam menjalankan trading plan tersebut, tapi ketika rasa takut menghampiri, bahkan untuk menjalankan aturan (rule) yang sangat simpel pun mungkin anda menjadi kesulitan luar biasa untuk menjalankan rule tersebut. Anda mungkin tidak bisa melihat sinyal yang sudah diberikan oleh plan anda tersebut. Atau mungkin jika anda sudah melihat sinyal itu, anda menjadi salah dalam mengeksekusinya, semua hanya karena anda takut, cemas dan tidak tenang. Ketahuilah, ketika anda tidak tenang, anda lebih mudah untuk melakukan kesalahan-kesalahan kecil dan cenderung bertindak tanpa dipikir terlebih dahulu. Memang benar anda bisa mengotomatisasi trading anda, tapi semua akan kembali lagi kepada diri anda, betulkan?

Apa solusinya? Akui bahwa diri anda memang takut. Akui bahwa anda takut terhadap ketidakpastian yang ada. Akui bahwa anda takut menderita kerugian. Tapi dengan mengakui bahwa anda sedang takut saja tidaklah cukup. Anda harus membedakan apakah takut anda tersebut irasional atau realistis. Jika anda trade dengan uang yang afford to lose dan anda masih saja merasa takut maka bisa dikatakan takut anda tersebut tidaklah rasional. Buang rasa takut yang ada dan maju terus ke depan. Hadapi konsekuensi yang ada dan rasakan nikmatnya trading. Tapi lain halnya jika rasa takut yang muncul datang karena anda memang menggunakan uang yang bagi anda memiliki arti yang tidak sedikit. Rasa takut akan terus datang dan menimbulkan kecemasan. Jangan pernah untuk membuang atau menyangkal rasa takut yang seperti itu. Selain tidak sehat bagi kondisi mental anda, tentu saja adalah konyol untuk bersikap seperti itu. Akui bahwa diri anda telah merisikokan uang yang terlalu besar.

Penyangkalan terhadap rasa takut kerap kali terjadi pada trader, dan selain menimbulkan dampak terhadap kondisi finansial, penyangkalan ini memiliki pengaruh juga terhadap kondisi mental kejiwaan seorang trader. Trader yang terus menerus melakukan penyangkalan terhadap rasa takut yang irasional dapat menjadi kebal terhadap risiko, dan kebal terhadap risiko merupakan kondisi mental yang sama sekali tidak sehat bagi trading anda.

Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. 🙂 saya takut…ihik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: