It’s a Business, Not a Magic

January 4, 2009 at 4:11 pm | Posted in My Post | 1 Comment

Kebanyakan orang memulai trading dengan sebuah khayalan, menjadi kaya dengan cara yang mudah dan cepat. Hanya dengan duduk di depan komputer yang tersambung dengan internet uang bisa datang dengan mudahnya. Tidak usah malu untuk mengakuinya, hampir semua trader memulai trading dengan impian seperti itu.

Wajar sekali bila seorang pemula memiliki impian seperti itu. Mungkin pada awalnya profit datang dengan mudahnya dan uang di akun dengan cepatnya berlipat ganda dalam waktu yang singkat. Tetapi keberuntungan tidak selamanya berpihak, market selalu memberikan pelajaran bahwa diperlukan usaha yang lebih untuk bisa meraih keuntungan dari trading.

Ada juga pemula yang lebih berpikir lebih matang, bahwa trading bukanlah sebuah mesin uang yang bisa dengan cepatnya dikuasai. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk bisa profit dengan konsisten di market. Dengan terus mempelajari market dia berpikir bahwa pada suatu saat nanti dia akan mampu untuk memperoleh kepastian (yang berupa profit konsisten) yang merupakan level puncak dari skill tradingnya.

Banyak trader yang memiliki mindset yang keliru, meskipun bisa dikatakan bukan pendatang baru lagi dalam dunia trading. Pola pikir newbie, untung besar dan cepat, tetap mempengaruhi langkah-langkah tradingnya. Well, saya bukannya berusaha untuk menghentikan semangat anda untuk trading, tapi seorang winning trader memiliki pola pikir yang rasional mengenai tujuan trading.

Trading adalah sebuah bisnis. Trading bukan sebuah cara mudah dan cepat untuk kaya. Seperti halnya bisnis yang lain, diperlukan pola pikir yang rasional untuk bisa sukses. Memiliki tujuan yang fantastis dan cenderung tidak rasional bukanlah sebuah kondisi yang mendukung untuk bisa sukses dalam trading. Diperlukan kesabaran untuk mau memiliki tujuan yang rasional dan menjalankan tujuan tersebut dengan disiplin.

Dalam sebuah bisnis, tidak ada sebuah jaminan kepastian. Seorang pemilik perkebunan kelapa sawit, misalnya, pada enam bulan yang lalu mungkin sangat optimis dengan usahanya. Tapi dengan terjadinya krisis ekonomi yang melemahkan daya beli beli CPO dunia, harga TBS (tandan buah segar) melemah hingga hampir 700% (dari Rp. 1900/kg sempat menyentuh Rp. 250/kg). Dunia memang penuh dengan ketidakpastian, tapi bukan berarti kita menjadi pesimistis karenanya.

Begitu juga dengan trading, mungkin beberapa saat yang lalu anda berhasil mengclose sebuah posisi yang menghasilkan keuntungan bagi anda. Tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi jika anda membuka kembali sebuah posisi sekarang atau nanti, meskipun anda menggunakan indikator atau sinyal yang sama dengan yang anda gunakan sebelumnya.

Penting sekali untuk menetapkan tujuan yang realistis. Sebuah tujuan yang rasional dengan apa yang anda miliki sekarang. Jangan pernah terbuai begitu saja oleh mimpi. Memang benar dengan mimpi kita bisa termotivasi untuk melakukan yang terbaik, tapi dalam trading, tujuan yang tidak realistis adalah bunuh diri. Tidak ada sebuah kesuksesan sejati yang dihasilkan dengan cara yang terburu-buru.

Winning trader selalu optimis. Walaupun rintangan menjadi sukses tidaklah mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Tapi optimis yang buta bukanlah optimis yang dibutuhkan untuk sebuah kesuksesan. Dan kemampuan untuk mengenali optimis yang realistis atau optimis yang irasional adalah langkah awal dalam menuju kesuksesan. Terus berjuang dan sukses menyertai kita.

Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. trader pemula ibarat pion masuk areal merah peperangan yang sedang terjadi… Killing field…

    sebagai frontier tanpa mengetahui kondisi dan situasi yang ada siap² jd pahlawan aza 🙂

    tapi kalo dari pion dengan inisiatif mau coba mengenal daerah perang tersebut maka pion juga bisa jadi komando…

    Namun survive from a bullet akan memberikan gambaran owh ternyata perang itu kaya gini toh…

    belajar dari pengalaman lain kali gimana menghindari peluru yang nyasar… belajar lingkungan yang dihadapi… jangan nyerocos aja… “sabar… tidak buru²” adalah kata kuncinya…

    sama di trading options baik itu forex, commodities, funds, dan indexes juga seperti daerah yang sedang perang tanpa menguasainya sama saja bunuh diri (pinjam dari artikel diatas)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: