Trader Juga Manusia

January 17, 2009 at 1:08 am | Posted in My Post | 4 Comments

Apakah anda begitu mencintai trading dan merasa senang bila memperoleh uang dari trading? Banyak trader yang menjadikan trading sebagai titik pusat kehidupannya. Berjam-jam duduk di depan monitor komputer dalam sehari, entah itu menganalisa market atau mencari berita-berita yang berkaitan dengan kondisi perekonomian atau hanya sekedar chatting dengan sesama trader lainnya. Begitu banyak waktu, tenaga dan konsentrasi yang ditujukan untuk trading sampai-sampai aspek kehidupan yang lainnya kurang mendapat perhatian yang cukup.

Seseorang yang ambisius, mendefinisikan dirinya dengan apa yang dikerjakannya. Tapi sesungguhnya, kita bisa mendefinisikan diri kita dengan banyak cara. Kita bukan hanya seorang trader, tapi juga seorang sahabat, suami/istri, ayah/ibu dan masih banyak lagi. Setiap peranan adalah bagian dari diri kita.

Dengan memiliki banyak peran dalam kehidupan, kita bisa lebih mudah untuk menghadapi tekanan-tekanan yang ada dalam hidup. Bahkan kita bisa lebih mudah untuk mengontrol emosi kita. Kenapa bisa begitu? Karena dengan memiliki peranan yang lebih dari satu, kita memiliki sudut pandang yang lebih dari satu pula. Misalnya, sebagai trader anda sedang mengalami kerugian beruntun yang cukup membuat anda stress, tapi ternyata anda juga adalah seorang orangtua yang begitu senangnya melihat anak anda bermanja-manja kepada anda. Dengan begitu, kejadian negatif yang terjadi dalam peran anda sebagai seorang trader akan sedikit terobati dengan kejadian positif yang terjadi di dalam peran anda sebagai orangtua. Yahh begitulah kira-kira…

Banyak trader yang mencurahkan segenap tenaganya kepada trading. Seluruh waktu yang dimiliki dipersembahkan hanya untuk trading. Strategi seperti ini akan sangat baik jika pada akhirnya anda memperoleh keuntungan dari trading, bahkan mungkin bisa menciptakan semacam euphoria dalam kehidupan anda secara keseluruhan. Tapi ketika yang didapat adalah kerugian, mungkin akan sulit untuk bisa tetap tenang dan tidak menjadi pesimis.

Don’t put all your eggs in one basket. Hidup memiliki banyak sisi, bukan hanya uang dan pekerjaan (baca: trading) saja. Ingat, anda bukan hanya seorang trader dalam hidup ini. Anda juga adalah seorang tetangga, famili, mahasiswa, karyawan, musisi dan lain sebagainya. Penting sekali untuk memiliki dan menyadari peranan-peranan diri anda dalam hidup ini. Karena dengan memiliki peranan yang beragam, anda bisa menangani tekanan-tekanan dalam trading dan mungkin dalam hidup anda. Salam sukses.

Advertisements

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Don’t put all your eggs in one basket, artinya “Kalau kita berinvestasi, jangan tanamkan investasi kita seluruhnya hanya pada satu produk. Jadi disaat satu investasi gagal, kita masih bisa berharap pada investasi yang lain”.

    Tidak ada hubungannya dengan siapa dan apa peranan kita dalam hidup.

    🙂

  2. tampaknya tulisan saya ini sulit utk di pahami…

  3. sangat mudah untuk dipahami seandainya anda tidak memasukkan kata-kata (pepatah) “Don’t put all your eggs in one basket” kedalam tulisan anda.

    itu aja.

  4. yayaya
    btw makasih komennya pak


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: