Individualisme dalam Trading

May 30, 2009 at 3:53 pm | Posted in My Post | 4 Comments

Market digerakkan oleh fear dan greed. Sekumpulan pelaku pasar saling mengikuti dan akhirnya membentuk pergerakan. Ketika ada good news orang-orang akan membeli dan ketika bad news yang datang semua melepas apa yang dimilikinya. Sebagai seorang trader, anda dituntut untuk membuat sebuah keputusan: do you go with the crowd or do you go your own way?

Melawan arus tidaklah mudah. Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan untuk selalu adaptif dengan mengikuti lingkungan kita. Mengikuti arus membuat kita tetap aman, seperti ikan-ikan kecil yang selalu berkelompok dengan ikan-ikan kecil lainnya agar memperoleh proteksi dari pemangsa. Perilaku seperti itu sering kali benar dan tepat. Tapi seorang trader akan melakukan yang lebih baik lagi dengan menjadi seorang “individualis”.

Seorang individualis berarti menjadi seorang yang tidak populer, bahkan mungkin mendapat masalah karenanya. Tapi orang-orang sukses adalah orang yang individualis, orang yang melawan arus dan juga orang yang “lain” dari kebanyakan orang di sekelilingnya. Misalnya Bill Gates muda yang di tertawai oleh orang lain karena memimpikan satu komputer di setiap rumah, atau Warren Buffet remaja yang justru menginvestasikan uangnya daripada menghabiskan uangnya seperti remaja-remaja lainnya.

Seorang individualis memiliki persistensi dan tidak pantang menyerah. Dia memiliki keyakinan dan keteguhan karena dia menggunakan nilai dan standar yang dibuatnya sendiri, bukan nilai dan standar orang lain. Orang lain pasti akan menilai Thomas Edison adalah seorang pecundang ketika melihatnya berulangkali gagal dalam percobaannya membuat bola lampu, tapi dia tetap melakukannya karena dia tidak melihat dari kacamata (baca: nilai dan standar) orang lain, dia melihat dengan kacamatanya sendiri!

Winning trader adalah individualis. Mereka melihat trading sebagai sebuah seni. Mereka tidak peduli dengan status atau prestise. Mereka mencintai pekerjaannya dan menikmati dengan bekerja untuk diri sendiri. Mereka go their own way dan tahu persis mengapa mereka mau memilih menjadi trader. Bagi mereka trading bukanlah sebuah pekerjaan, tetapi sebuah “panggilan”. Dan ketahuilah, semakin anda bisa untuk berpikir sebagai seorang individualis, semakin anda bisa untuk mengkapitalisasi keuntungan dari gerombolan orang di dalam market. Salam sukses.

Advertisements

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Setuju… banged!

  2. ^^.
    blog yang sangat bagus. update terus yah pak. thanks

  3. article yg okeh .. 🙂
    setuju pak ..
    trims 🙂

  4. Post yang menarik dan berguna nih, makasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: