Greed: Rintangan atau Motivator?

July 12, 2009 at 12:16 am | Posted in My Post | 2 Comments

Seorang trader amatiran berpikir dirinya bisa mendapat banyak uang dengan cepat dengan berinvestasi pada sebuah kepastian. Sifat serakah mendorongnya untuk masuk ke dalam pasar, dan biasanya pada waktu yang tidak tepat, kemudian ketakutan menghantuinya ketika ia sadar semuanya berjalan salah. Manusia cenderung untuk menghindari risiko, dan ketika kemungkinan rugi tampak di depan mata, ketakutan mengambil alih, dan berakhir dengan hilangnya uang yang diinvestasikan. Jika anda adalah seorang profesional trader, penting sekali bagi anda untuk menyadari bahwa diri anda bukan termasuk golongan yang saya sebut di atas.

Serakah tidak selalu berarti buruk. Kecintaan pada uang bisa membuat anda melakukan sesuatu yang luar biasa. Serakah dapat memotivasi anda untuk mencapai kesempurnaan dan membuat anda tetap persisten (ulet) menghadapi segala macam rintangan. Ya, serakah tidak selalu buruk, tapi keserakahan juga memiliki sisi buruk, dan akan sangat berguna sekali untuk mengetahui perbedaan antara “semangat untuk menaklukkan market” dengan kebalikannya “keserakahan yang tak terkendali”.

Saya yakin kita semua sudah pernah mendengar kalimat let your profit run. Kalimat tersebut mudah sekali untuk dipahami, tetapi dalam trading, sulit sekali membedakan antara membiarkan sebuah posisi dalam rangka memaksimalkan profit dengan membiarkan sebuah posisi tetap terbuka karena anda masih berharap harga belum akan berbalik. Bagaimana anda membedakannya? Memang sulit, tetapi bukan berarti tidak mungkin.

Trader yang serakah mengambil risiko yang tidak perlu. Misalnya, seorang greedy trader tidak memiliki alasan untuk mempercayai harga akan terus naik, namun dia berharap bahwa kecenderungan naik akan terus berlangsung. Sedangkan seorang trader yang cerdas justru sebaliknya, dia memiliki trading plan yang spesifik dengan trading goal yang jelas. Trading plan tersebut memberikan sinyal enter dan exit yang jelas. Jika risiko diatur dengan baik, dampak negatif yang mungkin terjadi karena sifat serakah bisa diminimalisir.

Penting sekali untuk menyadari bahwa serakah bisa menjerumuskan anda. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah tidak adanya “tindakan penjaminan”, misalnya menggunakan persentase kecil dari modal, menggunakan trading plan dengan trading goal yang jelas, dan stop loss. Seorang profesional trader tidak mengambil risiko yang tidak perlu, dia akan selalu memproteksi dirinya sebisa mungkin.

Sebagai seorang individual trader, sifat serakah bisa memotivasi anda. Trading adalah profesi yang penuh tantangan, tidak semua orang bersedia menjadi trader. Anda harus mempelajari market dan belajar untuk mengambil keuntungan dari sana. Dan ini tidaklah mudah. Menemukan strategi trading yang profitable adalah sebuah pencarian tanpa akhir. Anda mungkin menemukan strategi yang profitable untuk sementara waktu, tapi kondisi market akan selalu berubah dan strategi anda tadi tidak bisa lagi diandalkan. Tantangannya adalah memperoleh profit dari satu kondisi ke kondisi market lainnya. Dan serakah adalah motivator yang kuat. Saya percaya jika bukan karena uang banyak trader (yang masih aktif) mungkin sudah melemparkan handuk tanda menyerah.

Keserakahan akan uang membuat kita tetap bertahan meskipun sudah berulangkali jatuh. Sifat serakah memberikan kita alasan untuk terus berjuang. Tapi jangan pernah melupakan bahwa serakah memiliki sisi negatif. Serakah bisa mengganggu kefokusan kita terhadap trading plan. Jangan sampai anda menjadi money oriented dan lupa bahwa trading adalah  intelectual challenge. Jangan fokuskan semua energi yang anda miliki kepada uang semata, tapi jauh lebih baik untuk fokus pada membangun skill dan menikmati proses yang dijalani. Dan dengan memandang dari perspektif jangka panjang, anda akan menemukan kenikmatan dari permainan ini. Ketahuilah, jika anda tidak peduli tentang profit dan uang, maka sesungguhnya anda memiliki mental seorang pemenang.

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. setuju om. Jangan mengejar uang dalam dunia trading, tapi menikmati cara trading tersebut dan proses selama kita bertrading. Maka uang akan menyusul di belakang itu semua.
    ^-^v

  2. indahnya proses, kontinuitas, konsistensi sesuai kemampuan , koreksi diri , n ennjjooyy aja 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: