Loss, Mau?

August 30, 2009 at 12:19 am | Posted in My Post | 2 Comments

wall-street-stock-market-dropBulan lalu saya mengikuti kontes forex gratis di salah satu broker. Dari awal hingga menjelang akhir perlombaan, ternyata keberuntungan menyertai hampir setiap trade yang saya lakukan. Hingga menjelang 2-3 hari lagi perlombaan selesai, balance di akun saya sudah mencapai $15.000. Dengan jumlah balance $15.000 saya menempati posisi 4 besar. Sedangkan di posisi pertama dengan hadiah sebesar $1000 sudah mencapai account balance $25.000. Singkat cerita, menjelang 2 hari kontes berakhir saya menghadapi dua pilihan yang cukup sulit: apakah saya akan terus mengadu keberuntungan dengan terus mencoba trade (tentunya dengan jumlah lot/volume yang besar) demi mencapai peringkat yang lebih baik atau justru menunggu saja (tidak melakukan trade) dan berharap posisi 4 besar yang sudah saya capai minimal tidak bergeser turun? Dan akhirnya saya pilih opsi yang kedua.

Setiap manusia pasti tidak mau mengalami kehilangan atau kerugian. Apapun bentuk kerugiannya, manusia memiliki kecenderungan untuk berat hati menerima kerugian tersebut, meskipun pada kenyataannya, kerugian itu tidaklah begitu bernilai (dalam contoh kasus saya di atas, kontes itu saya ikuti gratis, hanya bermodalkan sedikit waktu untuk mengeksekusi trade). Ketidakmauan untuk menghadapi kerugian mendorong kita untuk over estimate terhadap kerugian itu sendiri. Dan biasanya, over estimate akan berlanjut dengan kekecewaan yang mendalam. Di sinilah perlunya berpikir secara rasional dan obyektif.

Dalam trading sehari-hari tentu berbeda dengan dalam sebuah kontes. Dalam sebuah kontes, setiap peserta dituntut untuk saling berkompetisi dalam menghasilkan keuntungan, sedangkan dalam trading sehari-hari tuntutan seperti itu tidak ada atau mungkin jauh lebih kecil. Tapi meskipun begitu, banyak orang yang tidak mau untuk menghadapi kerugian, walaupun kerugian itu sudah begitu jelas dan nyata. Kerugian begitu berat untuk diterima dan sikap over estimate terhadap kerugian sering kali menjadi faktor utama penyebab kegagalan dalam trading.

Cara paling efektif untuk mencegah sikap “tidak mau rugi” adalah dengan memperkecil risiko dalam trading. Dengan meminimalisir risiko kita akan lebih mudah untuk bersikap afford to lose dan akhirnya akan mendorong kita untuk menjadi nyaman dalam melakukan trading. Kondisi nyaman inilah yang dibutuhkan untuk membentuk kondisi yang kondusif dalam meraih profit.

Selalu minimalisir risiko dan anda akan jauh lebih mudah untuk mau menerima kekalahan. Dengan begitu anda akan jauh lebih mudah untuk mencapai profitable trading. Salam sukses.

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. selamat sukses buat anda…bentoet!

  2. senang berjumpa teman teman lewat situs anda, terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: