Regret; Lupakan Masa Lalu

December 13, 2009 at 10:02 pm | Posted in My Post | Leave a comment

Seringkali kita mendengar kata-kata sakti: belajarlah dari kesalahan. Ketika metode trading memberikan hasil yang tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan, akan berguna jika anda menganalisa kembali dan melihat apa yang salah. Tapi bahaya yang bisa muncul adalah over analyze, terlalu banyak analisa, berputar-putar ditempat dan akhirnya melahirkan keraguan. Daripada anda terus bergumul dengan kesalahan yang telah berlalu dan gagal mengangkat lagi ekpektasi anda, penting sekali untuk melihat dengan obyektif ketimbang membiarkan keraguan menguasai diri anda.

Seperti yang pernah dikatakan seseorang kepada saya: “Lupakan masa lalu, cobalah untuk hidup di masa kini dan tataplah masa depan dengan optimis.” Jika anda mengikuti trading plan maka anda tidak melakukan kesalahan. Tidak ada gunanya merasa ragu ketika anda mengikuti trading plan tersebut, meskipun hasilnya diluar harapan. Tidak perlu merasa ragu untuk melakukan sesuatu yang memang itulah yang terbaik yang anda bisa lakukan.

Ragu adalah emosi yang kuat, sangat berpengaruh bahkan mungkin lebih kuat dari takut (fear) ataupun greed. Ketika trading di market, membuat keputusan buruk lalu menjadi ragu adalah wajar dan tak terelakkan. Sebagai manusia ada kecenderungan untuk menjadi ragu. Ketika seseorang melakukan kesalahan ataupun kalah, biasanya muncul penyangkalan (denial), dan juga keinginan untuk meng-undo kesalahan tersebut. Dia ingin menjadi benar. Dia butuh kemenangan. Kebutuhan ini biasanya bekerja bersamaan dengan upaya untuk menghindari keraguan (avoidance of regret) dalam menghasilkan aksi yang seharusnya tidak dilakukan, misalnya prematur menutup (closing) posisi profit dan membiarkan (floating) posisi loss menggerogoti modalnya.

Dalam trading, ada dua pilihan dalam mengambil keputusan: take action, misalnya mengambil posisi buy atau sell, dan avoid taking action. Pilihan mana yang lebih berpeluang melahirkan keraguan? Banyak pendapat yang mengatakan trader lebih berpeluang menjadi ragu ketika harus mengambil sebuah keputusan. Tapi bukan berarti avoid taking action tidak akan menimbulkan keraguan sama sekali. Meskipun hanya sedikit berpengaruh, trader dapat juga merasakan keraguan ketika mereka tidak mengambil sebuah action, misalnya ketika seorang trader gagal memanfaatkan kesempatan yang ada di dalam market. Tapi yang jelas adalah, keraguan bergantung pada besarnya uang yang bermain. Uang dan rasa ragu memiliki hubungan yang berbanding lurus. Semakin besar uang yang dipertaruhkan maka semakin besar kemungkinan ragu yang menyertainya, begitu juga sebaliknya.

Keraguan akan selalu muncul dalam diri seorang trader. Tapi kenapa harus merasa ragu? Trading bukanlah pekerjaan yang mudah. Dan yang bisa kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin. Tidak ada seorangpun yang memiliki kepastian. Itulah seharusnya yang anda katakan kepada diri anda ketika anda sudah melakukan kesalahan pada trading anda, dan juga ketika anda mendapatkan kemenangan. Tidak ada seorangpun yang sempurna. Ingatkan pada diri anda bahwa anda memiliki keterbatasan-keterbatasan dan menerima keterbatasan tersebut akan membantu mengurangi rasa ragu yang muncul. Tinggalkan kesalahan dimasa lalu, dan fokuskan waktu anda untuk mencari kesempatan selanjutnya. Jika ada masa depan mengapa berkutat dengan masa lalu? Renungkanlah.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: