A Story of Commitment

February 7, 2010 at 12:10 pm | Posted in My Post | Leave a comment

Orang-orang tertarik untuk trading dengan berbagai macam alasan, tapi kebanyakan adalah karena adanya kemungkinan untuk memperoleh keuntungan besar dan perasaan puas yang menyertai ketika kemenangan berhasil diraih. Apapun alasan anda untuk trading, ada beberapa titik penting yang harus anda pertimbangkan dan putuskan dalam mengikrarkan keseriusan dan komitmen anda untuk menjadi the real trader di market.

Ada kisah dari seorang teman yang mungkin dapat memberi anda pencerahan dan inspirasi. Sebut saja namanya Boy, dia memulai karir tradingnya ketika Ibunya meninggal dan meninggalkan sejumlah uang yang cukup banyak untuknya. Dia putuskan untuk menjadi full time trader di pasar saham. Dia membeli sebuah komputer dan menyambungkannya ke internet. Hari-hari di lalui dengan mengumpulkan data-data pergerakan harga saham. Semua berjalan sesuai harapan. Banyak uang dikumpulkannya. Ketika terjadi krisis ekonomi yang membuat harga-harga saham berjatuhan, hampir semua kekayaannya menguap. Mungkin inilah adalah periode “gelap” dalam siklus hidupnya. Butuh waktu kurang lebih 1-2 tahun untuk comeback dan mampu menghasilkan profit lagi. Dan setelah sekian waktu berlalu, siklus itu berputar lagi, masa kejayaan meredup dan segalanya menjadi gelap lagi. Dari semua yang sudah dialaminya, banyak hal yang dapat diambil dan dijadikan pelajaran. Menurutnya, dibutuhkan waktu 2 tahun untuk mampu mengenal pola pergerakan harga. Dan dibutuhkan 2 tahun lagi untuk memahami pergerakan siklus, rotasi, market timing dan juga bagaimana untuk mengatasinya. Jadi menurut si Boy, kurang lebih dibutuhkan minimal 4 tahun untuk menjadi seorang trader yang handal. Setelah dia merasa mampu mendeteksi market break dan belajar untuk out dari pasar, dia mulai menyeimbangkan portofolionya dan belajar mengatur risiko. Dan ketika semuanya sudah berjalan membentuk harmoni yang selaras, itulah titik balik saya dalam memandang dan menjalankan trading saya dalam berbagai macam aspek. Boy melalui itu semua dalam kurun waktu kurang lebih 5 tahun. Setelah melewati 5 tahun tersebut, Boy merasa pantas untuk menyebut dirinya adalah seorang profesional trader.

Kisah Boy di atas adalah salah satu gambaran dari perjuangan seorang trader. Masih banyak berbagai kisah perjuangan dari trader-trader lain (atau mantan trader lain). Dan kebanyakan dari kisah-kisah tersebut terdapat masa “gelap” atau buntu yang kemudian berlanjut dengan lahirnya komitmen ke level selanjutnya. Dibutuhkan dedikasi dan keberanian untuk melewati kegelapan tersebut dan mencapai tahap selanjutnya. The next level itu tidak selalu berarti menjadi trader. Ada banyak jalan lain menuju kesuksesan dalam hidup.

Memang banyak trader yang lebih senior yang menawarkan mentorship berdasarkan pengalaman yang sudah lebih dulu dilaluinya. Tapi seperti yang sering dikatakan, trading adalah seni, dan hanya sedikit orang yang mampu mengakumulasi pengetahuan dan kemudian mengubahnya menjadi skill dari apa yang sudah dilewati untuk menjadi the real master artist. Ada dua pilihan ketika anda sedang berada dalam masa kegelapan, yaitu pensiun dan memutuskan bahwa trading tidak cocok untuk anda; atau terus trading dan berkomitmen untuk terus membangun skill sampai anda memperoleh perspektif trading yang bisa memberikan profit di dalam market. Apapun pilihan anda, hanya dirimu yang dapat membuat komitmen untuk bekerja keras, memperoleh  pengalaman dan sukses.

Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: